Cari Blog Ini

Senin, 27 Januari 2014

Nabi Juga Punya Perasaan



Oleh Thusan hamidi

Subhanallah, tak terasa malu kita kepada orang lain mengalahkan malu kita kepada Allah dan Rosulnya??? Banyak diantara umat Islam yang tak memikirkan prasaan Nabi SAW,melainkan memikirkan perasaan orang lain.
Tepat pada tanggal 14 januari 2014 bertepatan dengan lahirnya Manusia paling sempurna, kekasih Allah SWT, Nabi kita yang mulia MUHAMMAD SAW, saya mendapat ilmu yang begitu besar dan penting, karna begitu saya mendengar ceramah dari Adda’i Ilallah Alhabib Thohir bin Muhammad alkaff hati saya bergetar, bulu merinding seakan begitu banyak dosa yang hamba lakukan, sehingga membuat hati Nabi tersakiti.
Singkat cerita, dakwah Nabi selama 23 tahun, tidak pernah berjalan mulus seperti sedia kala, karna banyaknya orang kafir  yang ingin menyakiti Nabi SAW, akan tetapi beliau sabar dan teguh menghadapi segala rintangan dan cobaan, maka suatu hari ketika beliau dakwah di suatu tempat, beliau dilempar dengan kotoran hewan, akan tetapi beliau sabar dan teguh, subhanallah. Lantas salah seorang sahabat ingin sekali membalas kelakuan mereka, akan tetapi beliau melarangnya, bahkan gunugpun ikut berbicara karna sikap orang kafir kepada Nabi yang mulia, gunung ingin menghantampan dirinya kepada orang kafir tersebut, namun apa yang dikatakan Nabi yang mulia, “ jangan kau sakiti mereka, boleh jadi anak mereka, cucu mereka dan keturunan mereka akan jadi umat muslim seperti kita (bahasa mudahku). Lantas para sahabat terdiam dan terharu dengan prilaku beliau, betapa tangguhnya dakwah yang dibawakan beliau, hingga rela berkorban demi kemaslahatn umat, lantas suatu hari beliau berkata, akan datang 73 golongan yang terpecah dalam islam,akan tetapi hanya satu golongan yang masuk islam, maka pertahankanlah golongan tersebut.
Betapa besar pengorbanan beliau sehingga Allah SWT menobatkan Rosul sebagai orang yang keras kepada kekufuran dan mengasihi yang beriman. Bahkan bukan hanya Nabi saja yang semangat dalam berdakwah, Nabi pun menyuruh semua umat islam untuk memperjuangkan kemurnian islam. Sehingga para sahabatpun mengikuti jejak beliau, sebagai mana semangat sayyidina Umar ketika ikut perang badar bersama Rosululullah, tatkala anaknya masih kafir ia perang dengan kelompok anaknay tersebut, maka atasa izin Allah islampun memenangkan perang tersebut dan si anak tersebut masuk islam, lantas berceritalah anak itu kepada sang ayah Umar, “ ayah, begitu banyak kesempatan aku untuk membunuh ayah, akan tetapi aku masih ingat jika kau adalah ayahku, maka kau tidak jadi kubunuh”, lantas Sayyidina Umar pun berkata “ wahai anakku, andai aku punya kesempatan untuk membunuhmu, akan kubunuh kau dengan pedangku.”masyaAllah , begitu besar dakwah ajaran nabi untuk menegakkan islam, Sayyidina Umar lebih rela menyakiti anaknya bahkan membunuhnya ketika ia kafir dari pada menyakiti perasaan Nabi SAW. Ia takut jika tidak menegakkan kebenaran Allah dan Rosulnya akan murka kepadanya, oleh karnanya ia berjuang hingga titik darah penghabisan.
Dahulu nabi sangat murka kepada orang yang melakukan kemaksiatan, akan tetapi sekarang umat islam malu menegakkan kebenaran, banyak dari kalangan kita takut menyinggung perasaan yang bermaksiat,akan tetapi apakah tidak difikirkan kita tidak menyinggung perasaan Nabi SAW, karna Islam yang sesungguhnya tidaka akan pernah ridho dengan kemaksiatan!!!!! Akan tetapi zaman sekarang lebih mementingkan  perasaan orang lain, takut  hubungannya renggang dengan yang bermaksiat, padahal tanpa kita sadari Nabi tersinggung dengan prilaku umat yang seperti ini.
Lantas tersirat dalam benak pikiranku, mengapa hal sepele seperti ini tidak terfikirkan olehku dan kita semu,bahwa Nabi kita MUHAMMAD SAW JUGA PUNYA PERASAAN!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar