JUMAT, 10 JANUARI 2014 12:53
|
|
Salah satu mahasiswa yang
setoran Hafalan kepada mushohihnya pada Syauqi VI
GEMA-Mengisi liburan
dengan menghafal ayat suci menjadi pilihan mahasiswa UIN Maliki. Setelah
penat dengan rentetan ujian kampus yang sangat melelahkan, mahasiwa pada
umumnya akan melakukan kegiatan refreshing. HTQ Unit
Mahasiswa dengan Syahrul Qur’any-nya memprogram liburan mahasiswa semester
ganjil sebagai ajang untuk lebih fokus kepada memulai, menambah, memperbaiki,
dan mengulang kalam ilahi. Waktu liburan ini merupakan peluang sekaligus
kesempatan yang sangat luas bagi mahasiswa baik yang sudah memiliki hafalan
atau pun yang baru memulai hafalannya untuk memberikan porsi yang lebih bagi
al Quran. Syauqi merupakan sebuah program yang dikhususkan bagi mereka yang
ingin menghafal al Quran, kegiatan ini berlangsung selama 1 bulan penuh
selama liburan semester ganjil (7/1-9/2).
Setelah dibuka oleh
Wakil Rektor II UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sugeng Listiyo Prabowo,
Syauqi langsung mengagendakan berbagai macam acara kepada para pesertanya.
Kegiatan terbagi menjadi kegiatan harian, mingguan, dwi mingguan, bulanan dan
spesial agenda. Setoran wajib merupakan kegiatan harian yang harus diikuti
oleh seluruh peserta setiap harinya. Setoran wajib ini dilaksanakan setiap 2x
dalam sehari bertempat di Masjid Ulul Albab. Setoran yang pertama pada pagi
hari, dimulai jam 09.00-11.00 WIB dan pada malam hari ba’da isya, jam
19.30-21.00 WIB. Acara HTQ unit mahasiswa yang diikuti oleh 219 peserta ini
juga memiliki agenda spesial. Agenda spesial ini akan melibatkan pihak lain
guna memperkaya kegiatan Syauqi IV. Agenda spesial ini terbagi menjadi dua
acara besar yaitu Bedah kitab at tibyan fi ulumil al Quran dan
juga at tibyan fi adabi hamalatil al Quran oleh Ahmad
Muzakki, salah satu pengasuh Ma’had al Jami’ah. Selanjutnya ada materi
tentang dunia penghafal al Quran, motivasi dan trik mudah mengafal al Quran
yang akan disampaikan oleh Syafa’at, salah satu pembina senior HTQ.
Memang menjalankan
sebuah organisasi tidak semudah membalikkan kedua tangan. Selalu ada problem yang
membutuhkan solusi cerdas dari ketua panitia untuk menyelesaikannya.
“Kekompakan panitia, jarang ketika ada sebuah rapat panitia bisa datang
semua. Kita tidak bisa menyalahkan mereka juga karena memang waktu persiapan
dan acara pembukaan kemarin bertepatan juga dengan ujian semester bagi
beberapa jurusan,” ungkap M. Khoirul Fahmi selaku ketapel Syauqi VI.
“Sehingga kita harus lebih banyak pada penerapan aplikatif dan juga dengan
membuat job discussionuntuk masing-masing devisi sehingga program
kerja tetap masih bisa terlaksana,” lanjutnya solutif. Diakhir wawancara
Fahmi, sapaan akrabnya berharap agar target hafalan mahasiswa lebih banyak
lagi sehingga cita-cita universitas untuk menjadikan mahasiswa sebagai
penghafal al Quran menjadi terealisasi. (nhl)
|
Cari Blog Ini
Jumat, 10 Januari 2014
Gema Kalam Ilahi Syauqi VI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar