Cari Blog Ini

Selasa, 31 Desember 2013

Sejarah Tahun Baru Masehi

Oleh thusan hamidi

Malam ini, jutaan manusia akan merayakan tahun baru masehi yang telah dijadikan adat setiap tahunnya, padahal mereka tidak tahu asal mula perayaan tersebut dan milik siapa adat tersebut, maka al fakir ingin mencantumkan beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai perayaan tahun baru masehi
Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” inMélanges de l’école française de Rome (Antiquité), hal. 399-400)
Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.
Acara ini terus dirayakan oleh masyarakt modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui spirit ibadah pagan adalah latar belakang diadakannya acara ini. Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai macam permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dsb.
Tahun Baru = Hari Raya Orang Kafir
Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang. Di antara alasan statement ini adalah:
Pertama, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud)
Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,
من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة
“Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”
Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,
يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء تلقون إليهم بالمودة وقد كفروا بما جاءكم من الحق …
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..” (QS. Al-Mumtahanan: 1)
Ketiga, Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,
قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما إن الله عز و جل أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر
Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).
Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammelarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.
Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.
Keempat, Allah berfirman menceritakan keadaan ‘ibadur rahman (hamba Allah yang pilihan),
و الذين لا يشهدون الزور …
Dan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuur…
Sebagian ulama menafsirkan kata ‘az-Zuur’ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.

Jika niat merayakannya maka kalian termasuk dari kalangan mereka
Akan tetapi jika kalian tidak ridlo dan mempunyai niat tidak ikut serta dalam perayaan tersebut, maka selamatlah kalian dari golonagn mereka,

Semoga Allah merahmati kita semua................

Jalanku, Hidayahmu

Oleh Thusan Hamidi

Modern ini, sangatlah banyak masyarakat yang menganggap bahwa hidayah yang diperoleh semua insan datangnya dari tangan ulama’ tertentu, dengan mengatakan setiap ulama’ pasti bisa memberikan cahaya hidayah dalam hidup sebagaimana para ulama’ mendapatkannya, sejatinya itu tidak benar, karan hanya Allahlah yang bisa memberi hidayah kepada para insan, Dialah maha kuasa atas segala hal, Dialah sebaik-baik perencana yang mengatur kehidupan di jagat ini.
           
Banyak dari kalangan orang alim menyampaikan dakwahnya dengan segala hal, dengan tujuan agar mereka meniru dan masuk dalam agama yang dikehendaki, akan tetapi sangatlah minim dan jarang sekali terjadi hal semacam itu, bahkan mirisnya mereka mengolok-olok para alim yang menyampaikan dakwahnya dengan olokan yang pahit dan mengenaskan. Na’udzubillah.

Meski hidayah milik Allah, kita patut bangga atas segala kerja keras para alim ulama’ yang senantiasa memberikan ajaran-ajaran yang masih kental dengan ajaran Rosul SAW, karna di era zaman ini sangat jarang adanya seseorang yang alim dalam ilmu agama, sebab terjadinya kemajuan berbagai teknologi, berkat merekalah kalangan umat muslim umumnya masih mengetahui syariat-syariat agama yang benar.

Maka dengan wasilah mereka Allah akan memberi hidayah kepada para umat di dunia ini.

Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Yahya bin Aktsam, beliau berkata:

Ketika masih menjadi seorang amir, Al-Ma’mun mempunyai sebuah majelis pertimbangan. Di antara para hadirin ada seorang lelaki Yahudi yang berpakian bagus, berwajah ganteng, dan berbau harum, Orang yahudi itu selalau berbicara dengan baik. Ketika majelis bubar, Al-Ma’mun memanggilnya dan bertanya kepadanya: “Apakah engkau seorang yahudi?“. Orang itu menjawab, “ Ya”. Al-Ma’mun berkata, “Masuklah ke dalam agama Islam supaya aku perlakukan engkau sebagai Muslim”. Orang Yahudi itu berkata: “Aku tetap dalam agamaku dan agama bapak-bapakku”. Kemudian ia pergi.

Setahun kemudian, orang yahudi itu datang lagi dan sudah masuk Islam. Ia berbicara tentang fikih dengan pembicaraan yang baik. Ketika majelis itu bubar, Al-Ma’mun memanggilnya dan bertanya: “Bukankah engkau teman kami yang dulu?”. Orang itu menjawab, “Ya”. Al-Ma’mun berkata: “Apa yang menyebabkan engkau masuk Islam?” Orang Yahudi itu menjawab: “Setelah aku meninggalkan majelismu, aku ingin menguji agama-agama ini. Sebagaimana tuan ketahui, aku mempunyai tulisan yang bagus. Maka aku mengambil kitab Taurat, kemudian kutulis tiga naskah dan aku tambahi serta aku kurangi di dalamnya. Kemudian aku memasukkan Taurat itu ke dalam kuil dan dibeli orang dariku. Kemudian aku ambil Injil, lalu aku tulis tiga naskah aku tambahkan dan aku kurangi di dalamnya, lalu aku memasukannya ke dalam gereja dan dibeli dariku. Kemudian aku mengambil Al-Qur’an dan aku menulis tiga naskah, aku tambahkan dan aku kurangi di dalamnya, aku membawanya kepada para penjual naskah (Al-Qur’an) lalu mereka memerikasanya. Ketika mereka menemukan adanya tambahan dan kekurangan didalamnya, mereka pun menolaknya dan tidak mau membelinya. Maka tahulah aku bahwa ini adalah kitab yang terpelihara. Inilah yang menyebabkan aku masuk Islam. Karena pembeli Taurat dan Injil tidak mengetahui bahwa tulisan itu sudah ditambah dan dikurangi sedangkan Al-Qur’an spontan dapat diketahui, jadi betul-betul dijaga oleh Allah”.

Subhanallah ….

Jumat, 27 Desember 2013

Sikap Allah Terhadap Orang Kafir



Pejuangislam

“ SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG KAFIR ITU ADALAH MUSUH YANG NYATA BAGIMU “
( Q.S. an Nisa, ayat 101 ) 



Sikap Allah SWT terhadap orang-orang kafir baik Nasrani maupun Yahudi serta lainnya banyak termaktub dalam al Qur’an. Diantaranya sebagai berikut :

لقد كفر الذين قالوا ان الله هو المسيح ابن مريم , و قال المسيح يـبنى إسرائيـل اعبدوا الله ربى و ربكم, انه من يشرك بالله فقد حرّم الله عليه الجنة و مأوـه النار، وما للظالمين من انصار
المائدة 72

Artinya: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam (yaitu orang Kristen)”, padahal al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang itu seorang penolongpun (Q.S. al-Maidah, ayat 72).

يايها الذين ءامنوا لا تتخذوا اليهود والنصرى اولياء, بعضهم اولياء بعض, ومن يتولهم منكم فانه منهم, ان الله لا يهدى القوم الظالمين
المائدة51   

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orangYahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin / penolong-penolong / pelindung-pelindung / teman-teman akrab (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungghnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (Q.S. al Maidah, ayat 51)

ولن ترضى عنك اليهود ولا النصرى حـتى تتبع ملتهم , قـل إن هدى الله هــو الهدى , ولئن اتبعت أهواءهم بعد الذي جاءك من العلم , مالك من الله مــن ولي ولانصيـــــــــــر
( البقرة 120(

Artinya: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Q.S. al-Baqarah, ayat 120) 


واذا ضربتم فى الارض فليس عليكم جناح ان تقصروا من الصلوة إن خفتم ان يفتنكم الذين كفروا, ان الكافرين كانوا لكم عدوا مبـينا
النساء 101

Artinya: Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqasar shalat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Q.S. an-Nisa’, ayat 101)

لا يتخذ المؤمنون الكافرين أولياء من دون المؤمنين , ومن يفعل ذلك فليس من الله فى شىء الا ان تتقوا منهم تقــة , ويحذركم الله نفسه, والى الله المصير.
 ال عمران 28

Artinya: Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (penolong / pelindung / teman akrab) dengan mening- galkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (Q.S. Ali Imran, ayat 28)

الذين يتحذون الكافرين اولياء من دون ا لمؤمنين, ايبتغـون عنـــدهم العزة فإن العزة لله جميعا
النساء 139

Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang-orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan adalah kepunyaan Allah. (Q.S. an-Nisa’,Ayat 159)

يايهـا الذين أمنوا لا تتخذوا الكافرين اوليآء من دون المؤمنين، أتريدون ان تجعلوا لله عليكم سلطانا مبينا
 (النساء 144 (

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir menjadi wali (penolong / pelindung / teman akrab) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (Q.S. an-Nisa’, ayat 144)

محمد رسول الله والذين معه اشدآء على الكفار رحمآء بينهم , ترــهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا, سيماهم فى وجوههم من اثر السجود, ذلك مثلهم فى التورــة , ومثلهم فى الانجيل كزرع اخرج شطــئــه فئــازره فاستغلـظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار, وعدالله الذين ءامنوا وعملوا الصـلـحات منهم مغفرة وأجرا عظيمـا ( الفتح 29 ( 

Artinya: Muhammad itu adalah utusan Allah , dan orang-orang yang bersamanya (yaitu para sahabat) adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka: Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridlaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat, dan sifat-sifat mereka dalam Injil yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya; Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya, karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar. (Q.S. al-Fath, ayat 29)
 
ياايها النبى جـاهد الكفار والمنافقين واغلظ عليهم, و مأوـهم جهنم, وبئس المصــــــــــــــــير (
التوبة 73

Artinya: Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (Q.S. at-Taubah, ayat 73)

يا ايهــاالذين ءامنوا قــتلوا الذين يلونكم من الكفار وليجدوا فيكم غلظة, واعلمــــــوا ان الله مع المتـقين
التوبة 123

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang disekitarmu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan dari padamu, dan ketahuilah, bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa. (Q.S. at-Taubah, ayat 123)

يــــــــأيهاالذيـــن أمنوا لاتتخذوا عــدوي و عدوكم أوليـــــــآء تلقون اليهم بالمودة وقد كفروا بما جــــآءكم من الحق يخرجون الرسول واياكم أن تـؤمنوا بالله ربكم ان كنتم خرجتم جهادا في سبيلى وابتغـآء مرضاتي تسرون اليهم بالمودة واناأعلم بمآ أخفيتم ومآ أعلنتم ومن يفعله منكم فقد ضل سوآء السبيل الممتحنة


Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), dengan rasa kasih sayang ; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu . Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad dijalan-Ku dan mencari keridlaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.(Q.S. al-Mumtahinah, ayat 1)


 

Kamis, 26 Desember 2013

Rahasia Membaca Basmallah


Ternyata ada rahasia dibalik bacaan Basmallah yakni orang itu akan dijaga dan dilindungi oleh Allah, siapa saja yang membacanya .

Istiqamah membaca Basmallah sebelum melakukan pekerjaan apa pun, contoh ingin berangkat kerja, nah jangan lupa sebelum berangkat kerja mengucapkan Basmallah supaya tidak terjadi apa-apa sewaktu di jalan dan upah yang didapatkan itu Barakah, dan contoh lain, kalau hendak makan jangan lupa membaca Basmallah guna supaya, setan tidak makan bersama kita.

Nabi SAW bersabda: “kullu amrin dzii baalin laa yubda u bibismillahir rahmanir rahim fahuwa aqtha”.  Artinya: “ Setiap sesuatu yang punya pekerjaan atau perangai bagus, tidak didahului oleh Basmallah, maka ia terputus (atau kurang barakahnya)”

Kalau ada orang yang tidak istiqamah membaca Basmallah dalam melakukan apa pun, maka orang itu selalu diikuti oleh setan.

Ada sebuah kisah, ketika para setan diusir oleh Allah SWT dari surga , para setan memberi tiga pertanyaan:

1. Dimanakah saya akan tinggal?
2. Dimanakah saya akan makan?
3. Dimanakah saya akan tidur?.

Lantas Allah SWT berkata kepada para setan, bahwa dia akan tinggal dengan orang yang tidak mengucapkan Basmallah sebelum masuk ke dalam rumahnya. Setan akan makan dengan orang yang tidak mengucapkan Basmallah ketika mulai makan, dan setan akan tidur dengan orang yang tidak menucapkan Basmallah ketika akan tidur.

Istiqamah mengucapkan Basmallah penting sekali untuk kesaharian hidup, dengan Basmallah orang itu bisa tidak masuk ke dalam neraka, akan selalu dilindungi oleh Allah SWT.

Ada sebuah kisah tentang seorang hamba yang istiqamah membaca Basmallah sewaktu dia  hidup di dunia. Nabi Saw bersabda: “Bahwa pada hari ketika semua amal perbuatan akan dihisab, terdapat orang-orang yang akan masuk ke Neraka disebabkan perbuatan-perbuatan buruk mereka sewaktu di dunia.”

Di antara hamba itu ada yang akan memasuki neraka , terdapat orang yang memiliki keistiqamahan membaca Basmallah sebelum melakukan sesuatu, entah itu makan , minum, tidur  atau memasuki tempat mana pun, entah itu masjid, kamar mandi, rumah. Demikian lah, ketika dibawa masuk ke neraka , mereka sangat sedih. Meskipun begitu, mereka tetapi mengucapkan Basmallah sebelum memasuki pintu neraka yang dijaga oleh Malaikat Malik.

Allah SWT mendengar apa yang diucapkan orang tadi, lantas Allah berkata kepada Malaikat Malik “HENTIKAN”

Allah SWT lalu menyampaikan kepada Malaikat Malik bahwa dia tidak dapat membiarkan seorang hamba yang mengucapkan, “Saya memanggil Rahman dan Rahim-Nya (kasih dan sayang-Nya) memasuki neraka”.

Yang terpenting jangan mengucapkan Basmallah untuk kemaksiatan, seperti mau  berzina, mencuri, minum khomer, dan lain-lain, karena jika diucapkan saat itu maka hukumnya HARAM MUTHLAQ, dan sebaliknya jika diucapkan untuk kebaikan seperti mau mengaji, mengajar, mencari nafkah dan lain-lain, maka dengan mengucapkanBasmallah akan medapatkan pahala dari Allah SWT